Teater, sebuah cabang seni pertunjukkan drama yang menampilkan kisah-kisah dari bermacam genre. Melalui akting, dialog, gerak, tari, dan nyanyian, teater merupakan seni yang menggabungkan unsur sastra dengan pentas untuk menyampaikan pesan dengan gayanya sendiri. Berasal dari kata Yunani theatron yang berarti "tempat pertunjukkan", teater seringkali diartikan sebagai "seni bermain peran" yang menggambarkan tingkah laku manusia dan merefleksikan kehidupan nyata.
Ketika kamu menonton seni teater, fiiskmu mungkin hanya duduk di tempat yang sama, tapi keajaiban dunia teater dapat membawamu pergi menuju tempat-tempat dengan suasana dan latar yang berbeda, keadaan yang berbeda, perasaan yang berbeda. Kamu akan dibawa masuk ke dalam cerita, merasakan apa yang tokoh tersebut rasakan. Namun, tidak semua orang dapat membawamu ke sana, tidak semua aktor dapat menarikmu masuk ke dalam magisnya dunia teater.
Menjadi seorang aktor seni pertunjukkan teater bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang harus dikorbankan untuk menjadi seorang aktor handal. Berbeda dengan aktor layar lebar, aktor teater memiliki keahliannya tersendiri yaitu dengan menampilkan bakatnya di depan banyak orang secara langsung tanpa ada kesempatan mengulang. Ketika terjadi kesalahan di atas panggung, aktor teater harus mampu memutar otak bagaimana caranya agar pertunjukkan tetap berjalan dengan semestinya. Ia juga harus memikirkan bagaimana dalam waktu singkatnya berada di atas panggung, aktor tersebut dapat membuat para penonton masuk ke dalam ceritanya, membagikan perasaan yang dirasakan olehnya, dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikannya.
Panggung sandiwara disanggah oleh tiga pilar utama: olah tubuh, olah suara, dan olah rasa. Seorang aktor yang handal harus mampu menguasai ketiga pilar tersebut untuk membangun panggung sandiwara yang kokoh. Ia harus bisa memadukan gerakan tubuh yang sesuai dengan karakternya, dengan dialog yang Ia mainkan, tidak kaku dalam mengeskpresikan karakter yang dimainkannya. Berdiri di tengah panggung yang lebar juga mengharuskan Ia untuk melontarkan perkataan-perkataan dengan artikulasi yang jelas, intonasi, dan pernafasan yang terlatih agar suaranya lantang dan terdengar oleh seluruh penonton. Dalam waktu yang singkat, Ia juga harus mampu mengolah emosinya, mungkin menit ini Ia tersenyum riang gembira, menit berikutnya bisa jadi menangis, takut, ataupun marah. Ia harus bisa menunjukkan ekspresi yang dapat mengajak penonton merasakan apa peran yang Ia lakoni juga rasakan. Seorang aktor handal harus disiplin, peka, memahami naskah secara mendalam, serta mampu menghidupkan karakter secara natural di panggung.
Pertunjukkan teater bukan hanya "seni bermain peran", ia lebih dari itu. Ada komitmen yang harus ditepati, ada tenaga dan waktu yang harus dikorbankan, serta ada perasaan yang harus dijaga. Seni teater bukan hanya sekadar "menunjukkan" permainan mereka, tetapi mengajak penonton masuk ke dalam dunia mereka, dunia fana yang mereka lakoni, dunia yang wujudnya hanya sementara, namun maknanya membekas selamanya.
***
