SCARS merupakan salah satu event terbesar Rumah Seni yang dilaksanakan dua tahun sekali yang menggabungkan sesi ilmiah (mini seminar dan art therapy) dan penampilanbteater musikal hasil kolaborasi 4 divisi Rumah Seni sebagai puncak acara. Event spektakuler ini dilaksanakan pada 14 Februari 2026 di UPGRISBA Convention Center oleh UKM Rumah Seni BEM KM FK UNAND dan dihadiri oleh 100 lebih peserta.
SCARS terdiri dari dua sesi utama. Pertama, sesi ilmiah berupa mini seminar yang membahas tentang "Peran Seni dalam Kesehatan Mental pada Era Modern" dengan narasumber ahli dalam bidang Psikologi, Amatul Firdausa Nasa, M.Psi, Psikolog. Beliau berbagi wawasan tentang bagaimana seni bisa menjadi terapi alami untuk mengatasi stres, anxiety, trauma, dan kelelahan jiwa lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan sesi art therapy berupa aktivitas melukis bersama, di mana peserta diajak melepaskan emosi melalui coretan-coretan warna di kertas.
Kedua, puncak acara kolaborasi apik dari 4 divisi Rumah Seni, yaitu musik, vokal, tari, dan teater, yang menampilkan pertunjukan teater musikal dengan judul “Pancarona” oleh Ardina Rafeyfa Asyla, yang menyajikan cerita menyentuh hati tentang perjuangan seorang pemuda yang berusaha bangkit dari trauma peristiwa kecelakaan keluarganya. Mulai dari bagaimana dia menghadapi fase denial yang terus mencekam dalam hatinya karena peristiwa tragis yang begitu mendadak tersebut hingga akhirnya dia bisa bangkit untuk tetap melanjutkan hidup berkat bantuan orang-orang sekitar yang menyayanginya dan peran art therapy yang me-release emosi dan traumanya. Pertunjukan SCARS yang dikemas dengan lagu-lagu orisinal, tarian yang memukau, dan visual teater yang memanjakan mata, berhasil mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton dan menimbulkan rasa haru dari para pemeran.
Dengan adanya acara SCARS ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pada masyarakat umum bahwa peran seni dalam kesehatan mental itu sangat penting pada era modern ini, seni yang dapat mengatasi rasa stres, cemas, dan trauma. Tidak hanya melukis saja, emosi juga bisa dituangkan melalui menyanyi, menari, mendengarkan musik, ataupun berteater. Dengan demikianlah, SCARS berhasil membuktikan bahwa seni tidak hanya hiburan semata tetapi juga obat jiwa.




